Madrasahku

Madrasahku
Sholat Idul Adha

Rabu, 13 Juni 2012

MATERI MAPEL AQIDAH AKHLAK KLS 9 SMT 2

MATERI MAPEL AQIDAH AKHLAK KLS 9 SMT2
 
PEMBELAJARAN  KE - 3

IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR

A.    PENDAHULUAN

STANDAR KOMPETENSI
Meningkatkan keimanan kepada  Qadha dan Qadar

KOMPETENSI DASAR
1.   Menjelaskan pengertian beriman kepada Qadha dan Qadar
2.   Menunjukkan bukti atau dalil akan adanya Qadha dan Qadar
3.   Menjelaskan berbagai tanda dan peristiwa yang berhubungan dengan Qadha dan Qadar
4.   Menunjukkan ciri-ciri perilaku orang yang beriman kepada Qadha dan Qadar
5.   Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan kepada kepada Qadha dan Qadar

PENDEKATAN  PEMBELAJARAN
Pendekatan  pembelajaran yang digunakan adalah CTL (Contextual Teaching and Learning)
     LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1.      Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
2.      Pendidik menjelaskan materi tentang beriman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT
3.      Peserta didik mendiskusikan pengertian tentang Qadha dan Qadar Allah SWT
4.      Peserta didik mendiskusikan tentang bukti/dalil-dalil tentang kebenaran adanya Qadha dan Qadar Allah SWT
5.      Peserta didik menelaah berbagai literature untuk menjelaskan berbagai tanda dan peristiwa yang berhubungan dengan Qadha dan Qadar
6.      Peserta didik mendiskusikan ciri-ciri perilaku orang yang beriman kepada Qadha dan Qadar
7.      Peserta didik membiasakan berperilaku sebagai orang yang beriman kepada Qadha dan Qadar
8.      Pendidik  menyebutkan contoh perilaku orang yang beriman kepada Qadha dan Qadar dalam kehidupan sehari-hari
9.      Pendidik menilai perilaku peserta didik dalam pergaulan sehari-hari
10.  Pendidik menilai hasil kerja siswa yang telah dikerjakan

B.     INTI
1.  ESKPLORASI
a.  IFTITAH
Kita dapat melihat diri kita sendiri dengan mudah. Warna kulit, wajah, rambut, tinggi badan dan sebagainya. Lalu kita melihat orang lain ternyata orang lain berbeda dengan kita, baik warna kulit, maupun bentuk tubuh. Kita berbeda dengan orang Belanda, Arab, Perancis, dan sebagainya. Ternyata setiap manusia punya ukuran dan ketentuan masing-masing.
Kita juga melihat bahwa ada orang yang  pandai ada pula yang kurang pandai. Ternyata orang-orang yang pandai itu selalu disiplin menepati jadwal yang telah dibuatnya, sehingga ia pandai membagi waktu untuk belajar, beribadah, bermain dan beristirahat. Waktu untuk bermain hanya terbatas, sementara waktu belajar lebih banyak .
Ada yang kaya ada pula yang tidak terlalu kaya atau miskin. Ternyata orang yang kaya bekerja lebih rajin, tidak bermalas-malasan dan tidak pantang menyerah. 
Mengapa semua itu terjadi? Siapa yang menyebabkan dan mengaturnya? Dialah Allah SWT, yang membuat hukum dan ketentuan. Hukum dan ketentuan Allah SWT itu disebut Qadha dan Qadar. Orang yang mengaku Islam harus percaya adanya Qadha dan Qadar Allah karena dia merupakan rukun iman yang ke enam.

b. TANBIH
QS Al-Qamar: 49

Artinya:
Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (QS Al-Qamar/54: 49)
   
c.  ISTIFHAM
1)      Tahukan kalian pengertian tentang iman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT?
2)      Sudah hafalkah kalian dalil-dalil tentang kebenaran adanya Qadha dan Qadar Allah SWT?
3)      Sudah tahukah kalian tanda-tanda dan peristiwa yang berhubungan  dengan Qadha dan Qadar Allah SWT?
4)      Tahukah kalian ciri-ciri perilaku orang yang beriman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT ?
5)      Sudah biasakah kalian berperilaku yang mencerminkan orang yang beriman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT ?
 
2.  ELABORASI  (URAIAN MATERI)

a.      Pengertian Qadha dan Qadar
Pengertian qadha menurut bahasa adalah ketentuan atau ketetapan. Sedangkan menurut istilah adalah ketetapan atau ketentuan Allah sejak zaman azali, yang belum diketahui dan belum diterima oleh makhluk-Nya.
Secara bahasa qadar berarti mengukur, memberi kadar atau ukuran. Secara istilah qadar berarti ketentuan atau ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah atas makhluk-Nya dan telah diterima serta telah berlaku bagi makhluk-Nya.  
b.      Pengertian beriman kepada Qadha dan Qadar
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa beriman kepada qadha dan qadar berarti kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa segala yang terjadi di dunia ini sesuai kehendak Allah dan sesuai dengan aturan yang diciptakan-Nya. Dalam memahami pengertian qadha dan qadar harus dilandasi dengan iman dan ilmu yang benar karena jika tidak kita akan terperangkap pada pemahaman yang salah. Misalnya kita beranggapan bahwa nasib baik dan buruk seseorang telah ditentukan oleh Allah secara pasti sehingga manusia hanya sebagai pelaksana tanpa memiliki sedikit pun peran dalam menentukan nasibnya. Oleh sebab itu kita perlu memahaminya secara baik dan benar sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur’an.
c.  Bukti atau dalil kebenaran adanya Qadha dan Qadar
Di dalam Al-Qur’an diterangkan tentang iman kepada qadha dan qadar pada banyak ayat, 3 di antaranya adalah:
1)      Surat Al-Ahzab ayat 36:
Artinya:
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.( QS. Al-Ahzab/33: 36)

Ayat tersebut di atas menerangkan kepada kita tentang qadha atau ketetapan hukum.
2)      Surat Al-Furqan ayat 2:
“Ï%©!$#r öNs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! Ô7ƒÎŽŸ°
’Îû Å7ù=ßJø9$# t,n=yzur ¨@à2 &äóÓx« ¼çnu‘£‰s)sù #\ƒÏ‰ø)s?
Artinya:
Yang kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS. Al-Furqan/25: 2)

Pada ayat di atas qadar berarti ukuran atau aturan yang diciptakan Allah dan manusia terikat oleh aturan tersebut.

3)      Surat Ar-Ra’d ayat 8:
ª!$# ãNn=÷ètƒ $tB ã@ÏJøtrB ‘@à2 4Ós\Ré& $tBur âÙ‹Éós? ãP$ymö‘F{$# $tBur ߊ#yŠ÷“s? (
‘@à2ur >äóÓx« ¼çny‰YÏã A‘#y‰ø)ÏJÎ/
Artinya:
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya(QS. Ar-Ra’d/13: 8)
Dari ayat tersebut di atas dan dari ayat-ayat lainnya dapat dipahami bahwa semua makhluk telah ditetapkan takdirnya. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam raya ini dari sisi kejadiannya, dalam kadar atau ukuran tertentu, pada tempat dan waktu tertentu itulah yang disebut takdir. Mereka tidak dapat melampaui batas ketetapan itu dan Allah menuntun serta menunjukkan kepada mereka arah yang seharusnya mereka tuju. Hal ini bisa dilihat pada Al-Qur’an surat Al-A’la/87: 1-3 sebagai berikut:
ËxÎm7y™ zOó™$# y7În/u‘ ’n?ôãF{$# ÇÊÈ “Ï%©!$# t,n=y{ 3“§q|¡sù ÇËÈ “Ï%©!$#ur u‘£‰s% 3“y‰ygsù ÇÌÈ
Artinya:
Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tingi, yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.(QS. Al-A’la/87: 1-3)

d.      Contoh Peristiwa yang Berhubungan dengan Qadha dan Qadar
Untuk memperjelas pemahaman tentang Qadha dan Qadar, berikut ini  disajikan beberapa contoh sebagai berikut:
1)      Allah berkehendak menciptakan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Ketetapan ini sebagai qadha-Nya. Untuk mewujudkan kehendak-Nya, Allah membekali ciptaan-Nya tersebut dengan akal pikiran. Namun demikian manusia tetap memiliki kemampuan yang terbatas sesuai dengan ukuran yang diberikan kepadanya. Misalnya, manusia tidak dapat terbang. Ini merupakan batas kemampuan yang dianugerahkan Allah kepadanya, manusia tak bisa melampauinya, kecuali jika ia menggunakan akalnya untuk menciptakan suatu alat. Namun akalnya pun mempunyai ukuran yang tidak mampu dilampaui. Manusia berada di bawah hukum-hukum Allah sehingga yang kita lakukan juga tidak terlepas dari hukum-hukum-Nya. Tetapi karena hukum-hukum tersebut cukup banyak dan kita diberi kemampuan memilih, maka kita dapat memilih yang mana di antara takdir yang telah ditetapkan Allah terhadap alam yang kita pilih. Api ditetapkan panas dan membakar; sedangkan angin dapat menimbulkan kesejukan atau dingin. Itu takdir Allah, manusia boleh memilih api yang membakar atau angin yang sejuk. Di sinilah pentingnya pengetahuan dan perlunya petunjuk dari Allah.
2)      Allah SWT menentukan bahwa si Abdullah menjadi seorang presiden di negara Indonesia. Ketentuan tersebut merupakan qadla Allah SWT. Untuk mendukung ketentuan Allah SWT tersebut, maka Allah SWT memberikan kemampuan/potensi kepada Abdullah  sebagai seorang presiden. Proses si Abdullah dari awal sampai terpilihnya ia menjadi seorang presiden disebut ikhtiar. Faktor – faktor yang mendukung ia menjadi seorang presiden bukanlah suatu kebetulan, tetapi termasuk bagian dari ketentuan Allah SWT. Sedangkan  ketika ia telah terpilih menjadi seorang presiden merupakan qadar Allah SWT.
Para ulama’ membagi takdir, ada dua, yaitu takdir muallaq dan takdir mubram. Takdir muallaq  erat kaitannya dengan usaha manusia, sedangkan takdir mubram mutlak merupakan kehendak Allah sebagai Sang Khaliq.  Selengkapnya dibahas pada  hubungan qadla, qadar, ikhtiar, dan tawakal.


Tugas
Ketika di suatu daerah sedang terjadi wabah penyakit yang membahayakan, sedangkan kita mempunyai satu kepentingan yang mengharuskan mendatangi daerah itu, bolehkah kita mengurungkan rencana tersebut karena khawatir terjangkit penyakit? Diskusikan dengan teman sebangkumu!
 



e.       Ciri-ciri Perilaku Orang yang Beriman kepada Qadha dan Qadar
Orang yang terbaik di sisi Allah SWT bukanlah orang yang tidak pernah mendapatkan ujian-ujian dari Allah,  tetapi justru orang yang sering mendapat ujian dari-Nya. Hamba-hamba Allah yang  termasuk Ulul Azmi adalah contoh manusia-manusia yang sabar dan tabah dalam menghadapi segala hambatan,  tantangan  dan ujian yang diberikan Allah SWT.
Sebagai orang yang beriman kepada Allah, sikap yang terbaik dalam menghadapi setiap Qadha dan Qadar Allah SWT adalah sebagai berikut:
1)      Sabar
Sabar dalam pengertian luas adalah menahan diri dalam menanggung suatu penderitaan, baik dalam menemukan sesuatu yang tidak diinginkan maupun dalam bentuk kehilangan sesuatu yang disenangi. Para ahli tasawuf membagi kesabaran dalam tiga macam, yaitu: sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menjalankan kewajiban dari Allah SWT dan sabar dalam menahan diri untuk tidak melakukan segala maksiat.
Sikap manusia yang benar keimanannya adalah sikap yang sabar dalam menerima ujian dan cobaan dari Allah SWT. Keimanan  itu akan diuji oleh Allah SWT dengan cobaan-cobaan, siapa yang benar keimanannya dia akan menerima bahwa Allah SWT memang menguji dirinya dengan cobaan-cobaan itu. Dan Allah tidak memberi ujian di luar batas kemampuan manusia meskipun kelihatannya berat bahkan kadangkala bertubi-tubi (tak henti-henti). Dan jika kita bisa melampaui semua ujian tersebut Allah akan mengangkat derajat kita lebih tinggi.
Firman Allah di dalam surat al-Baqarah ayat 155-157:


Artinya:
 Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,  kekurangan harta,  jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,  mereka mengucapkan “Innalillahi wainna ilaihi raji’un”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka. (QS Al-Baqarah/1: 156-157)

2)      Tidak putus asa
Salah satu watak dasar manusia adalah sering berkeluh kesah. Ketika diberikan kecukupan rizki, kebanyakan orang tidak bersyukur,  namun apabila diberi sedikit ujjian dia akan berputus asa. Jika seorang mukmin putus asa dalam menerima ujian dari Allah SWT, sesungguhnya keimanannya itu telah rapuh. Maka ujian iman itu merupakan barometer (alat ukur) untuk menilai kadar keimanan seseorang. Misalnya seorang mukmin mendapat cobaan dari Allah SWT berupa kekurangan harta, ia berputus asa dengan tidak bekerja keras, bahkan melakukan pekerjaan haram untuk memenuhi hajat hidupnya. Jalan yang ditempuhnya menunjukkan keputusasaan dia dalam menerima takdir Allah SWT. Atau ada seorang pelajar kebetulan kemampuanya relatif tertinggal dengan teman sekelasnya, dia putus asa, dia enggan belajar dengan sungguh-sungguh, bahkan selalu menyiapkan contekan sebelum ulangan/ujian.
Gambaran di atas menunjukkan lemahnya iman menghadapi ujian dari Allah SWT. Firman Allah di dalam surat Al-Ankabut ayat 2-3 :


Artinya:
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan saja mengatakan “kami beriman” sedang mereka tidak diuji (keimanannya) dan sesungguhya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka,  maka sesungguhnya Allah SWT mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (keimanannya)”. (Q.S. Al-Ankabut/29: 2-3)

Juga disebutkan di dalam surat  Az-Zumar ayat 53:


Artinya:
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampui batas terhadap mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. Az-Zumar/39: 53)

3)      Ikhlas dan tidak takabur
Ikhlas artinya tulus, sepenuh hati menerima sesuatu. Dalam hubungan dengan qadha dan qadar, yang dimaksud ikhlas adalah menerima segala ketentuan Allah SWT dengan ridha. Maksud ridha di sini adalah hendaknya kita bersyukur jika takdir yang terjadi pada kita adalah sesuatu yang menggembirakan dan kita bersabar atau tabah jika yang menimpa kita adalah sesuatu yang merugikan. Misalnya kita tidak lupa daratan, kufur, takabur, kikir dan sebagainya jika mendapt nikmat karunia. Sebaliknya kita tidak bekeluh kesah apalagi berputus asa bila ditimpa suatu musibah/malapetaka. Ridha terhadap qadha dan qadar hukumnya wajib. Dasarnya adalah hadis Qudsi berikut:
عَنْ أَبِي هِنْدٍ الدَّارِيِّ الْحَجَّامِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى:مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي وَيَصْبِرْ عَلَى بَلائِي فَلْيَلْتَمِسْ رَبًّا سِوَايَ (. رواه الطبراني)
Artinya:   
Dari Abi Hindun Ad Dari Al Hajami berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW Bersabda: Allah  berfirman: Barangsiapa yang tidak ridha terhadap qadla-Ku dan tidak sabar menerima cobaan-Ku, maka carilah olehmu Tuhan selain Aku.(HR Ath-Thabrani)      

4)      Tawakkal
Secara bahasa tawakkal berarti berserah diri, sedangkan secara istilah berarti berserah diri kepada qadha dan qadar Allah SWT setelah berusaha (ikhtiar) sekuat mungkin sesuai dengan kewajibannya sebagai manusia. Firman Allah di dalam surat At-Thalaq ayat 3:


Artinya:
Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah,  maka Allah SWT akan mencukupkan (keperluannya ) (QS At-Thalaq/65: 3)

5)      Mendorong manusia bekerja keras untuk mengubah nasib

Jika manusia sadar bahwa kebahagiaan tidak datang begitu saja melainkan harus diusahakan dan diperjuangkan maka dia akan khawatir jika tidak berusaha secara sungguh-sungguh walaupun yang datang kadangkala bukan kebahagiaan tetapi sesuatu yang menyusahkan. Sebab itu manusia harus bekerja keras sebagaimana firman Allah di dalam surat Al-Qashash:
Æ÷tGö/$#ur !$yJ‹Ïù š9t?#uä ª!$# u‘#¤$!$# notÅzFy$# ( Ÿwur š[Ys? y7t7ŠÅÁtR šÆÏB $u‹÷R‘‰9$# (

Artinya:
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.(QS Al-Qashash/28: 77)

TUGAS!
Kamu pernah mengalami kegagalan yang sungguh menyedihkan hati. Sebagai orang yang beriman kepada qadha dan qadar Allah, tindakan apa yang kamu lakukan? Paparkan secara jelas langkah-langkah yang kamu lakukan!
 
Dengan demikian, kita sebagai mukmin hendaknya siap menghadapi cobaan-cobaan yang merupakan ujian keimanan kita. Maka kesabaran, ketabahan dalam menghadapi segala masalah di dunia ini merupakan jalan untuk memupuk dan memperkuat keimanan. Setiap kejadian yang menimpa sesorang pasti akan mendatangkan hikmah bagi pelakunya ataupun bagi orang lain. Hanya saja, hikmahnya akan diketahui kemudian hari.





f.    Hubungan Qadha,  Qadar,  Ikhtiar,  dan Tawakal
Hubungan qadha dan qadar tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hubungan antara qadha dan qadar ibarat hubungan antara ketentuan-ketentuan rencana Allah SWT dengan pelaksanaan rencana tersebut atau dengan kata lain rencana Allah SWT dinyatakan dalam qadha, sedangkan pelaksanaan atau perwujudannya dinamakan qadar (takdir).
Para ahli kalam pada abad pertengahan hijriyah sering terlibat dalam diskusi,  apakah manusia dalam setiap geraknya berhubungan dengan takdir? Ataukah ada kebebasan manusia yang diberikan Allah SWT agar berbuat jelek dan baik? Apakah manusia selalu dipaksakan dengan kehendak Allah SWT, ataukah diberikan kekebasan menentukan pilihannya sendiri? Jawabnya adalah perpaduan dari keduanya.
Di sinilah ikhtiar atau usaha berperan. Ikhtiar adalah usaha manusia untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. Usaha ini untuk mencapai sesuatu yang lebih baik di dunia dan akhirat. Misalnya: orang yang ingin sehat, maka dia berusaha menjaga kondisi fisiknya baik dengan makan, tidur dan olah raga yang teratur. Jika ingin sembuh dari sakit harus rajin minum obat,  jika ingin pandai harus belajar,  jika ingin kaya maka harus bekerja keras dengan cara yang baik dan halal, jika tidak ingin kecelakaan harus mentaati rambu-rambu lalu lintas, dan sebagainya. Jadi pandai, sehat, kaya adalah sesuatu yang diinginkan sedangkan belajar, makan, tidur, minum obat adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Cara atau usaha inilah yang dianamakan ikhtiar.
Namun seringkali sesuatu yang kita peroleh tidak sesuai dengan usaha yang sudah kita laksanakan. Sehingga sebagai seorang mukmin yang taat jika menjumpai hal-hal yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka kita pasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT agar tidak sedih berkepanjangan. Namun kita tetap optimis, tidak putus asa dan senantiasa berusaha keras agar hal-hal yang kita inginkan tercapai. Bukankah hanya kepada-Nya kita mohon pertolongan dan hanya kepada-Nya pula kita berserah diri (bertawakkal)?
Dalam hubungan antara qadha, qadar dan ikhtiar ini para ulama berpendapat bahwa taqdir terbagi menjadi dua, yaitu: takdir mubram dan takdir muallaq.
1) Takdir mubram
Takdir mubram yaitu takdir yang tidak dapat diubah atau diusahakan oleh manusia. Semua terjadi semata-mata karena kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa.
Adapun contohnya adalah kematian. Pak Surya sakit parah, walaupun sudah berikhtiar berobat ke dokter ahli baik di dalam maupun di luar negeri jika Allah menentukan ajalnya tiba maka tak ada yang bisa menolongnya. Pak Suryapun akhirnya meninggal dunia. Dan pada kasus yang lain, seseorang yang tertimpa reruntuhan bangunan karena terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat  hingga  terluka parah, patah kaki dan tangannya jika belum sampai ajalnya maka dia tidak mati.
Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam surat Yunus ayat 49 yang berbunyi:
#sŒÎ) uä!%y` óOßgè=y_r& Ÿxsù tbrãÏ‚ø«tFó¡tƒ Zptã$y™ ( Ÿwur tbqãBωø)tFó¡o„
Artinya:
Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) memajukan(nya). (QS Yunus/10: 49)

2) Takdir muallaq
Takdir muallaq yaitu takdir yang erat kaitannya dengan usaha manusia. Artinya takdir itu terjadi berkaitan dengan usaha manusia.
Dalam hal ini dapat diambil contoh keadaan manusia karena usaha kerasnya hingga menjadi orang yang sukses dan kaya, usaha ingin tetap sehat dengan cara rajin berolah raga, usaha temanmu yang sangat rajin belajar sehingga menjadi yang terpandai di kelasnya, dan sebagainya.
Sesuai dengan firman Allah di dalam surat An-Najm ayat 39, sebagai berikut:

PENGANUGERAHAN KING QUEEN OF LIBRARY

PENGANUGERAHAN KING AND QUEEN OF LIBRARY
Penganugerahan King and Queen Library MTsN Margadana
Ditulis oleh Administrator   
Wednesday, 02 May 2012
ImageMTSN Margadana Kota Tegal, Rabu (2/5) memberikan anugerah pada dua siswanya, yang menjadi King and Queen Library (raja dan ratu perpustakaan). Penghargaan berupa piala bergilir, uang pembinaan, dan piagam.
    Sejak tahun 2008, MTsN Margadana melaksanakan sebuah kegiatan yang berbeda dengan sekolah lain. Acara itu berupa pemilihan raja dan ratu perpustakaan. Kriteria pemilihan didasarkan pada jumlah kunjungan, pinjaman buku, keaktifan dalam readers club, serta prestasi dalam bidang akademik atau nonakademik.
    Menurut Kepala Perpustakaan MTsN Margadana, Cartimah SPdI, sebelum diadakan penganugrahan King and Queen ini, kunjungan di perpustakaan sangat minim. Setiap hari cuma nampak segelintir siswa yang datang. Karena itulah, sekolah berupaya memotivasi siswa, supaya minat baca meningkat. "Dibuatlah sebuah kompetisi memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan. Bagi mereka yang memenuhi kriteria berhak atas itu, dan dinobatkan sebagai King and Queen Library."
Setelah adanya penganugerahan King and Queen, peningkatan jumlah kunjungan sangat signifikan. Hingga saat ini, dengan koleksi buku kurang lebih 300 judul, untuk bahan baca fiksi dan nonfiksi. Kunjungan rata-rata pada hari biasa mencapai 50 hingga 70 siswa. Sedangkan pada hari tertentu 200 siswa berkunjung.
Tidak hanya kunjungan saja yang meningkat. Tapi peminjaman buku mengalami lonjakan. Saat ini perpustakaan membatasi peminjaman buku maksimal 3 eksemplar, dengan jangka waktu per buku paling lama 3 hari. "Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perpustakaan. Tahun lalu berhasil menjadi nominasi dalam lomba perpustakaan, sampai masuk tingkat karesidenan. Terkait jumlah tenaga yang ada, hanya 3 orang, yakni saya sendiri, dan dua pustakawan lain yang menetap di perpustakaan," ujarnya.
Sementara Kepala MTsN Margadana, Dra Siti Fasikha melalui Wakil Kepala Bidang Humas, Drs Fatkhurodji mengungkapkan, penganugerahan King and Queen Library diserahkan setiap 2 Mei. Hal itu sengaja dibarengkan dengan momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tahun ini, dari 10 nominasi muncul, terpilih sebagai King Library Ahmad Mujammil Amri dari kelas VIII A. Sedangkan dinobatkan sebagai Queen Library-nya Hilmi Tsamarah Ulya dari kelas VII A.
"Selain King-and Queen, sekolah memberikan penghargaan pada kelas terbaik. Tentunya yang kunjungan, peminjaman, dan kedisiplinannya terbagus. Untuk kelas terbaik pertama diraih VII A dengan nilai 752, kedua VIII A dengan nilai 539, dan ketiga kelas IX B dengan skor 300," urai dia.
Fatkhurodji kembali menegaskan, tujuan dari penganugerahan ini adalah untuk memotivasi minat baca siswa. Selain itu juga agar siswa aktif berkunjung ke perpustakaan. (adi mulyadi)

KATA KATA MUTIARA PENGGUGAH JIWA

KATA KATA MUTIARA PENGGUGAH JIWA
Berikut ini kumpulan kata mutiara yang saya ambil langsung dari buku Quantum Ikhlas. Saya suka membacanya, dan akan suka berbagi dengan para pembaca semuanya.
Semoga berguna …
Ukuran sukses sejati terletak pada kemampuan Anda merasakan pikiran bahagia (Erbe Sentanu)
Kita sering melihat semakin sukses seseorang semakin jauh rasanya dia dengan kebahagiaan yang dicarinya, bagai menggali sumur tanpa dasar untuk menyegarkan dahaganya yang tak terpuaskan (Erbe Sentanu)
Siapa mengenal dirinya ia akan mengenal Tuhannya (Nabi Muhammad SAW)
Ada dua cara menjalani kehidupan. Pertama, seolah seperti tidak ada yang ajaib. Kedua, seolah seperti semuanya adalah ajaib (Albert Einstein)
Keajaiban bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam. Tetapi sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman kita tentang hukum alam itu (St. Augustine)
Dialah yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata, dan meskipun nyata ada, Dia pulalah yang membuatnya menjadi tidak tampak (Jalaluddin Rumi)
Bukan urusan saya untuk memikirkan diri saya sendiri. Urusan saya adalah untuk memikirkan Tuhan. Dan urusan-Nya lah untuk memikirkan saya (Simone Weil)
Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas (Ali bin Abi Thalib)
Manusia adalah produk hi-tech tercanggih (Robert Galvin, Chairman Motorola)
Dunia ini tidak pernah diam, meskipun dalam keheningan selalu bergetar tanda vibrasi yang tidak tertangkap panca indera (Albert Camus)
Semua ada di dalam dirimu. Mintalah melalui dirimu sendiri (Jalaluddin Rumi)
Manusia adalah magnet, dan setiap detail peristiwa yang dialaminya datang atas daya tarik (undangan)nya sendiri (Elizabeth Towne, 1906)
Semua yang terjadi di luar adalah serupa dengan yang terjadi di dalam diri manusia yaitu pikiran dan perasaannya (Charles Brodie Patterson, 1899)
Otak manusia, seperti mesin yang bisa melakukan perawatannya sendiri. Ia bisa menyembuhkan dirinya dari segala kerusakan internal, sambil bergerak ke tingkat kinerja yang lebih tinggi (Prof. Robert Oates dan Gerald Swanson, PhD)
Perang terbesar adalah melawan diri kita sendiri (Nabi Muhammad Saw.)
Untuk berubah diperlukan pergeseran gelombang otak dari perjuangan pikiran sadar menjadi tuntunan bawah sadar. Pikiran Anda yang terlalu keraslah yang membuat Anda terjebak dalam masalah yang ingin Anda selesaikan (Paul T. Scheele, M.A.)
Hati memiliki logika yang tidak mampu dipahami oleh akal pikiran (Blaise Pascal)
My imagination create my reality (Walt Disney)
Manusia dibimbing oleh kekuatan yang lebih tinggi yang lebih berupa PERASAAN ketimbang pikiran. Dan, ketika Anda memahami kekuatan perasaan itu, Anda tahu pasti bahwa kekuatan itu datang dari Tuhan (Oprah Winfrey)
Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lengah dan ragu (Nabi Muhammad Saw)
Tanda yang diperoleh dalam hidup ini diterima oleh rasa sejati. Usahakanlah kau miliki rasa itu agar kau capai kesempurnaan hidupmu (Paku Buwana IV)
Istafti qalbak, Mintalah fatwa pada hatimu (Nabi Muhammad Saw)
Doa adalah senjata (alat kerja) orang beriman (Nabi Muhammad Saw.)
Kebahagiaan adalah sesuatu yang dapat mengantarkan kepada kesuksesan (surga) (Ali bin Abu Thalib)
Aku (Allah) berkata kepada semua penduduk langit dan bumi : “Mintalah kepada-Ku!” Auk pun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya (HR. Ibnu Hasan)
Para Ilmuwan sudah menemukan ‘God Spot’ atau pusat spiritualitas di bagian temporal lobe otak manusia. Sirkuit saraf ini, jika diaktifkan, dapat berfungsi seperti antena yang membuat kita ‘tersambung’ dengan kekuatan Ilahi (Dr. Ebrahim Kazim)

SIARAN PERS PRESTASI OSN MTs SE PROV. JATENG

SIARAN PERS PRESTASI OSN MTs SE PROV. JATENG
Kompetisi Sains Madrasah Tingkat MTs se-Jateng
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 11 June 2012
ImageMasuk 10 Besar, MTsN Margadana Melaju ke Tahap II
Guna menciptakan kondisi dalam kompetisi ilmiah di lingkungan madrasah, dan sebagai sarana mengenalkan potensi madrasah dalam bidang sains, Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Kegitan tersebut dilaksanakan bertahap atau berjenjang, mulai tingkat kota hingga nasional.
LAPORAN: ADI MULYADI
TIDAK dipungkiri, selama ini masyarakat hanya mengenal atau lebih akrab dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN), yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebenarnya, Kemenag memiliki kegiatan sama, yang dikenal dengan sebutan KSM.
Kegiatan itu merupakan salah satu agenda penting yang dilakukan, guna meningkatkan kualitas madrasah. Selain menciptakan kondisi kompetisi ilmiah di lingkungan madrasah, dan sebagai sarana mengenalkan potensi madrasah dalam bidang sains.
Sebelum sampai tingkat nasional, acara dilaksanakan berjenjang. Bidang Mapenda Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Tengah, mengadakan kompetisi tingkat propinsi, Minggu (10/6), bertempat di MAN 2 Kudus. Tema yang diangkat adalah 'Olah pikir dan olah ilmu, mewujudkan keseimbangan iman, ilmu, dan amal.’
KSM dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Drs H Imam Haramain MSi. Kegiatan diikuti 121 MTs, dimana setiap madrasah mengirimkan tiga peserta. Yaitu bidang Matematika, Fisika, dan Biologi. KSM tingkat propinsi ini juga didukung oleh Tim dari UNDIP, dan UNNES selaku penyusun soal.
Acara dibagi menjadi dua tahap. Pertama pukul 09.00 sampai dengan 11.00 berupa seleksi teori. Dari tahap I dipilih 10 besar untuk mengikuti Tahap II berupa eksplorasi dan eksperimen, guna melihat performa calon juara menuju KSM tingkat nasional.
Pada kesempatan itu, MTsN  Margadana Kota Tegal, sebagai institusi pendidikan yang menetapkan visinya ‘Menjadi Sekolah Islami Unggulan dan Terpercaya,’ tidak ketinggalan ikut berpartisipasi. Setelah melalui seleksi tingkat madrasah yang dilanjutkan di tingkat Kota Tegal, terpilihlah tim KSM mewakili kota menuju tingkat propinsi.
Menurut Wakil Kepala MTsN Margadana Bidang Humas, Drs Fatchurodji, mereka yang masuk TIM KSM adalah Naila Fathinia (Biologi), Aflah Aulia Fisri Ramadani (Fisika), dan Firda Sefy Faradila (Matematika). "Didampingi Kepala MTsN Margadana, Dra Hj Siti Fasikha, Komite Madrasah, Drs H Moh Nasukha, dan Pembina IPA, Gunawan SSi. Rombongan bertolak menuju MAN 2 Kudus," katanya.
Disebutkan, pada seleksi tahap I, TIM KSM MTsN Margadana melaluinya dengan lancar dan hasilnya cukup memuaskan. Terbukti wakil mapel Biologi dan Fisika berhasil masuk sepuluh besar untuk mengikuti berlanjut ke tahap II. "Saat ini pelaksanaan tahap II masih berlangsung."
Hasil akhir KSM ini, imbuh Fatchurodji, akan diumumkan oleh Kanwil Kemenag Propinsi Jateng melalui Kantor Kemenag Kota/Kabupaten se-Jawa Tengah. "Apa yang diraih ini tentu menjadi kebahagiaan, kebanggaan, sekaligus langkah awal mewujudkan visi MTsN Margadan. Keunggulan di bidang sains ini semoga diikuti keunggulan-keunggulan di bidang lainnya," pungkasnya. (*)

PENERIMAAN SISWA BARU TH 2012-2013

PENERIMAAN SISWA BARU TH 2012-2013